Asal Usul Sejarah Tahun Baru Masehi (1 Januari)

Asal Usul Sejarah Tahun Baru Masehi (1 Januari)

Setiap tanggal 1 Januari pukul 00:00 hampir sebagian masyarakat dunia termasuk di Indonesia merayakan pergantian tahun masehi atau biasa kita kenal dengan tahun baruan dengan berbagai kegiatan, mulai dari menyalakan kembang api, terompet, bakar ayam/jagung dan lain-lain.

Tanggal 1 Januari sendiri di Indonesia ditetapkan sebagai Hari Besar Nasional Indonesia. Apakah kalian sudah tau asal usul sejarah tahun baru masehi kenapa ditetapkan pada 1 Januari? Jika kalian belum tau yuk disimak simak asal usulnya ini.

Sejarah Tahun Baru Masehi

Jika dilihat dari catatan sejarah, awal mula perayaan tahun baru terjadi pada tahun 2000 sebelum masehi di Mesopotamia. Mesopotamia adalah peradaban tertua di dunia yang letaknya berada di antara 2 sungai besar yaitu Efrat dan Tigris, atau yang kita kenal dengan Irak.

Pada abad kuno, letaknya di Mesopotamia perayaan tahun baru dilakukan untuk menyambut perubahan musim, yakni datangnya musim semi. Sedangkan pada budaya lain menggunakan equinox musim gugur atau titik balik matahari musim dingin untuk menandai tahun baru.

Bangsa Romawi awalnya menggunakan tanggal 1 Maret sebagai hari tahun baru, akan tetapi setelah 153 Before Christ (BC) atau lebih dikenal Sebelum Masehi (SM) diubah tanggal resminya menjadi 1 Januari, yang dilanjutkan dalam kalender Julian 46 SM. Hal ini tidak lepas dari kaisar Roma yang baru bernama Julius Caesar, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.

Sosigenes yang merupakan seorang ahli astronomi dari Iskandariyah membantu Julius Caesar dalam mendesain kalender baru. Beliau menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Sebanyak 365 seperempat hari untuk menghitungan satu tahun dalam penanggalan baru.

Di setiap 4 tahun sekali, tepatnya di bulan Februari Caesar memerintahkan agar 1 hari ditambahkan pada bulan tersebut yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Sebelum dia terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau yang kini kita kenal dengan Bulan Juli. Tak hanya Juli, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Itulah artikel mengenai Asal Usul Sejarah Tahun Baru Masehi (1 Januari) semoga dapat menambah wawasan penduduk indonesia jangan lupa di share yah!

Gravatar Image
Berbagi Cerita Seputar Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four + nineteen =